Desa Bukit Raya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pertanian dan Peternakan Terpadu

KUKAR – Desa Bukit Raya, yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, terus menunjukkan kontribusi penting dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meskipun menghadapi keterbatasan lahan dan tantangan kondisi alam yang tidak menentu, pemerintah desa bersama masyarakat tetap berkomitmen mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan.

Kepala Desa Bukit Raya, Hartono, menyampaikan bahwa semangat warga dalam mengelola lahan pertanian dan peternakan tetap tinggi, meskipun berbagai kendala kerap dihadapi di lapangan. Ia mengakui bahwa kegiatan pertanian di wilayahnya berjalan cukup baik, namun faktor cuaca yang sulit diprediksi menjadi tantangan tersendiri.

“Pertanian di sini cukup berkembang, tapi memang cuaca sering tidak menentu. Itu yang jadi kendala,” ujarnya.

Hartono menambahkan bahwa Desa Bukit Raya memiliki posisi strategis dalam mendukung program swasembada pangan Kalimantan Timur. Ia menekankan bahwa desa tidak hanya berperan sebagai penyangga, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama dalam mendukung program Kukar Idaman Terbaik dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah desa terus menjalin koordinasi dengan Pemkab Kukar untuk memastikan program pertanian dan peternakan berjalan optimal. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi perbaikan infrastruktur jalan usaha tani, penyediaan sarana produksi, serta pengembangan lumbung pangan desa.

Saat ini, Bukit Raya memiliki sekitar 20 kelompok tani dan lebih dari 10 kelompok peternak. Sektor unggulan desa adalah peternakan ayam petelur, diikuti oleh peternakan kambing dan budidaya ikan air tawar. Pada tahun 2024, desa ini menerima bantuan kambing serta dukungan untuk pengembangan peternakan ayam dan ikan.

Total luas lahan pertanian di desa ini mencapai 510 hektare, dengan dominasi tanaman padi. Namun, sebagian besar lahan tersebut merupakan pinjaman dari PT Bukit Baiduri Energi (BBE), dan sekitar 300 hektare masih aktif digarap. Sebagian lahan sempat terdampak banjir, namun kini mulai dibersihkan kembali dan direncanakan akan dibuka kembali secara penuh pada tahun 2026.

Hartono berharap dukungan dari Pemkab Kukar terus berlanjut agar semangat petani dan peternak tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap menjalankan peran aktif dalam mendukung kebijakan pertanian daerah.

“Pemkab membuat kebijakan, kami di lapangan yang harus menjalankannya. Kami siap bertanggung jawab untuk memajukan pertanian,” tutupnya.

Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah, Bukit Raya diharapkan mampu menjadi pusat pertanian dan peternakan terpadu yang memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pembangunan IKN.

Post Comment